“Di perlukan sinergisitas dari berbagai elemen untuk membuat produk Bekasi menjadi trend center. Contohnya, secara realita bedanya dodol Bekasi dengan dodol Garut,
kalau dodol Bekasi hanya di produksi menjelang hari raya saja, beda dengan dodol Garut yang memang sudah di produksi setiap hari,” ungkapnya.
Tri juga mengajak warga masyarakat untuk bijak dalam mengelola sampah.
Masyarakat di himbau memilah sampah organik dan anorganik. Selain dapat membantu petugas kebersihan, masyarakat juga dapat mendaur ulang sampah secara mandiri.
Sampah organik dapat di manfaatkan untuk menjadi pakan maggot dan eco enzyme.
Magot kemudian di jadikan pakan unggas dan ikan, seperti ayam, puyuh, bebek, lele, arwana, dan lain-lain.
sedangkan sampah anorganik dapat di daur ulang atau di berikan kepada petugas kebersihan.