Ia memaparkan bahwa ketersedian minyak goreng ini aman sampai pada akhir bulan ini sehingga warga Kota Bekasi tidak perlu memborong atau panic buying karena ketersediaan tersebut sudah aman dari Pemerintah pusat
Hal ini tengah di rasakan oleh beberapa warga saat adanya minyak goreng satu harta tersebut untuk membeli banyak,
padahal dari setiap ritel yang telah menjualnya di batasi setiap orang membeli dengan maximal 2 liter agar menghindari dari pembelian dengan sistem memborong.
“Agar masyarakat Tidak perlu khawatir kehabisan dengan minyak goreng satu harga,
setiap ritel modern di Kota Bekasi telah didistribusikan, jangan sampai panic buying, belanjalah dengan bijak sesuai kebutuhan” ujar Tedi Hafni.
Dalam edaran dari Menteri Perdagangan Republik Indonesia, tidak hanya ritel modern yang akan menjual minyak goreng tersebut,
pada pekan depan akan masuk pada pasar pasar tradisional dan akan menyetarakan harga sesuai dengan anjuran dari Pemerintah pusat.
Pada pasar tradisional akan menyesuaikan harga yang telah di tentukan sehingga tidak ada lagi yang melambung tinggi,
untuk harga dari minyak goreng sawit yang membuat resah para ibu rumah tangga.