“Apapun tantangan, cacian, ejekan sampai kepada bujukan-bujukan, jangan pernah berhenti mengajak. Kita lihat bagaimana sejarah Rasulullah dalam berdakwah, diancam, dibujuk, sampai tokoh Quraisy menawarkan harta, wanita, dan kedudukan, namun Rasulullah menolak semua tawaran tersebut,” tuturnya.
“Ini yang dipegang oleh para pendahulu kita, isy kariman aw mut syahidan (hidup mulia atau mati syahid). Itulah contoh-contoh yang dilakukan tokoh Dewan Da’wah, seperti Pak Natsir, Kasman Singodimedjo, sampai Kyai Noer Alie, semua perjuangan mereka harus menjadi teladan,” imbuhnya.
Pada kesempatan sama, Ketua Dewan Da’wah Kabupaten Bogor, Ustaz Abdul Halim menyampaikan bahwa alasan Pak Natsir menjadikan Dewan Da’wah berbentuk yayasan bukan ormas, karena berharap Dewan Da’wah menjadi rumah besar semua ormas Islam. “Inilah strategi cerdas Pak Natsir dalam menyatukan umat, karena tidak mungkin suatu ormas gabung ke ormas lain lagi,” kata dia.
Ia menambahkan bahwa tiga titik yang mendapat perhatian istimewa dari Dewan Da’wah sejak dulu, yaitu masjid, pesantren dan kampus. “Kalau ketiga titik ini mampu dipegang dengan baik, dipastikan semuanya akan bersinar dengan indahnya,” ujarnya.
Sebelumnya, pengurus Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Kabupaten Bekasi dilantik secara khidmat untuk masa bakti 2021-2026. Pelantikan dilaksanakan di aula KH Noer Alie lantai empat Gedung Bupati, Komplek Pemda Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (15/12/2021).
Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Dewan Da’wah Jawa Barat Ustaz Roinul Balad. Turut hadir dalam pelantikan tersebut Plt. Bupati Bekasi H Akhmad Marzuki, Ketua Umum Dewan Da’wah Pusat Dr Adian Husaini, dan jajaran Majelis Syura Dewan Da’wah Kabupaten Bekasi.
(GUN)