Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Kota Bekasi Wishnu Wijaya mengatakan,
digitalisasi menjadi program penting bagi HIPMI. Saat ini semua aktivitas sosial sudah di lakukan secara digital, maka dunia bisnis pun harus mengikuti dan memanfaatkan perkembangan digital.
“Para anggota HIPMI yang bergabung pada tahun 2021, hampir 50 persennya adalah pengusaha yang mengedepankan digitalisasi dalam induk usahanya.
Untuk mendukung program yang telah direncanakan, HIPMI Kota Bekasi melakukan pembinaan dan pelatihan di hampir seluruh perguruan tinggi di Bekasi.
Kami memberikan networking kepada mereka agar menjadi pengusaha,” ujar Wishnu.
Terakhir, Tri berharap visi Kota Bekasi yang cerdas dan kreatif bisa di wujudkan dengan hadirnya inovasi dari unsur-unsur yang tercakup dalam pentahelix.
Branding Kota Bekasi menjadi bagus karena adanya kerja sama yang baik dengan berbagai pihak terkait.
“Harapan dari Pemerintah kota Bekasi kepada HIPMI adalah bisa mengimplementasikan program jangka pendek,
dua di antaranya nomor induk pengusaha dan surat sertifikasi halal yang hanya di dapatkan melalui pelatihan.
Administrasi yang baik sedikit banyak berpengaruh pada pengusaha sehingga pemerintah bisa memberikan kontribusi sebagai pendukung,” tutup Tri.
(Rizki/Hms)