Di laporkan ada 17 ekor hewan ternak yang terpapar virus PMK namun seluruhnya sudah di obati oleh tim UPTD.
Pemkab Sukabumi juga menjelaskan bahwa diduga masuknya virus PMK tersebut berasal dari tengkulak yang sapinya berasal dari Jawa.
“Menurut riwayatnya kita kena dari luar. Ada yang datang dari tengkulak mana. Setelah itu baru muncul gejala.
Katanya ada sapi dari Jawa. Cuma gak tau Jawa mana,” katanya.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat khususnya tengkulak jika memasukkan sapi dari luar Sukabumi apalagi dari daerah terdampak
agar di lengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan rekomendasi pemasukan dari dinas.
“Ribet, tapi itu usaha kita menjaga perbatasan. Karena itu jaminan ada SKKH ternak yang kita masukan. Masa inkubasi virus 2 Minggu.
Misalnya dari daerah asal sehat, sampe di kita sakit. Lebih baik pastikan saja beli dari daerah yang tidak ada virus,” sambungnya.
Selain itu, sulitnya mengendalikan penyebaran karena penyakit menyebar melalui udara,serta dapat di bawa oleh petugasnya/peternak.
Oleh karenanya, di minta petugas/peternak jangan dahulu menyatukan hewan ternak dan pastikan pindah kandang dan sehat.
“Petugas juga bisa berpotensi menyebarkan penyakit. Kita bawa penyakit ke kandang lain.
Kita usahakan satu petugas satu kandang satu hari dengan perlengkapan APD,” pungkasnya.
(Denis)