Rama katakan sasaran dari pada operasi patuh Jaya 2002 ini adalah terkait dengan pelanggaran lalu lintas seperti kita ketahui angka kecelakaan lalu lintas lebih banyak dominan di sebabkan oleh faktor human error atau kesalahan manusia pengendara.
“Maka sasaran operasi patuh kali ini lebih di tekankan kepada pelanggaran lalu lintas seperti melawan arus, balap liar, menggunakan HP saat berkendaraan, bonceng tiga tidak gunakan helm SNI,
PAN Jagokan Pasha Ungu Di Pilkada Kota Bekasi 2024
tidak gunakan safety belt dan ada sasaran khusus yaitu plat nomor khusus yang di gunakan serta knalpot bising dan juga mobil-mobil yang menggunakan stroobo ataupun sirene yang ilegal yang tidak sesuai diperuntukkan,” ucapnya.
Dia terangkan, Polres Metro Bekasi Kota dengan instansi terkait di bantu dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, dari TNI, tadi yang sudah di sematkan pitanya akan melakukan kegiatan operasi patuh Jaya dengan total sekitar 100 personel yang akan melakukan kegiatan operasi dari kegiatan ini CB-nya adalah operasi di lakukan secara preemtif, preventif dan represif dan Represif penegakan hukum ini tentu akan dilakukan dengan tilang karena di Kota Bekasi ini belum ada ETLE. Penilangan dilakukan dengan manual.
Menurutnya, untuk titik- titik operasi dilaksanakan di jalan – jalan protokol seperti Jalan Ahmad Yani, itu adalah kawasan tertib lalu lintas.
“Kemudian titik – titik lain diduga banyak terjadi pelanggaran lalu lintas dan berdasarkan Anev, banyak terjadi angka kecelakaan lalu lintas di sana itu yang menjadi sasaran kita,” pungkasnya.