Investasi beberapa perusahaan swasta maupun milik negara sekalipun sudah mulai masuk di beberapa wilayah di Lebak, tapi pada realisasinya di lapangan tidak semua masyarakat Lebak merasakannya, terlebih masyarakat yang notabenya masyarakat kurang mampu.
Tarif hidup yang kurang baik dan pengangguran yang masih banyak di Lebak itu yang menjadi realitas nyata saat ini, saat ini Kabupaten Lebak menginjak usia yang ke-194, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang di dapat dari fisik dan non fisik di Kabupaten Lebak tidaklah sebanding dengan apa yang di keluarkan untuk memenuhi dan mensejahterakan masyarakat Lebak,” ujarnya.
Baca berita:
Bapenda Kabupaten Lebak Mengucapkan Hari Jadi Kabupaten Lebak ke – 194
Maka dari itu, aliansi Mahasiswa Lebak Bersatu menuntut agar Pemkab Lebak untuk melakukan pemerataan akses dan meningkatkan kualitas pendidikan bagi masyarakat Lebak, membentuk tim khusus pengawasan verifikasi pemberian Bansos, Raperda RTRW segera di perjelas, segera merealisasikan Lebak sebagai kota layak anak, meningkatkan kesejahteraan guru honorer dan lain sebagainya. (Red)