Dirinya menambahkan, toleransi, persatuan, dan gotong royong adalah kunci membangun bangsa yang kokoh dan menciptakan dunia yang damai dan sejahtera.
“Oleh karena itu, saya mengajak kita semua untuk bergerak bersama, menolak ekstremisme, menolak politisasi identitas dan agama, serta menolak segala bentuk provokasi. Mari kita sambut pesta demokrasi dengan kedewasaan dan sukacita dengan memegang teguh Pancasila,” ujar Suhajar.
Di sisi lain, di tengah krisis yang melanda dunia, termasuk krisis kesehatan, pangan, energi, dan keuangan, Indonesia termasuk satu dari sangat sedikit negara yang berhasil menanganinya.
Kondisi ekonomi, sosial, dan politik stabil terjaga, bahkan semakin kokoh. Inflasi terkendali, investasi tumbuh, dan peluang kerja bertambah.
“Semua ini adalah anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa dan hasil sumbangsih seluruh anak bangsa. Karena berkat persatuan dan kesatuan kita, bangsa ini tangguh hadapi tantangan dan mampu lakukan terobosan. Berkat kerja keras dan gotong royong kita, bangsa ini berhasil semakin dipercaya dan disegani masyarakat dunia,” jelasnya.
Dirinya menambahkan, saat ini pemerintah dan seluruh komponen bangsa terus berjuang untuk menghadirkan pembangunan Indonesia sentris yang adil dan merata, yakni dengan bekerja keras membangun daerah pinggiran, wilayah perbatasan, dan perdesaan.
Baca berita:
Mendagri Ingatkan Daerah Perhatikan Komoditas yang Mengalami Kenaikan Harga Tinggi
“Ini adalah perjuangan dari generasi ke generasi yang membutuhkan kesinambungan dan keberlanjutan. Personel dalam pemerintahan bisa berganti, tapi perjuangan ini tidak boleh terhenti,” terangnya.
Keadilan dan pemerataan, lanjut Suhajar, harus dipadukan dengan kesejahteraan.
Itulah yang ingin di wujudkan melalui reformasi struktural, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan hilirisasi industri.
Sebab, kekayaan alam negeri ini bermanfaat maksimal bagi kesejahteraan rakyat. “Kita ingin mengolahnya dulu di dalam negeri, untuk buka lapangan kerja dan dapatkan nilai tambah,” ucap Suhajar.