Saat memaparkan materinya yang berjudul Peta Jalan Pembangunan Berkelanjutan: Industri Halal, Prof Azizah menjelaskan bahwa konsep halal dulu tidak jadi perhatian, namun sekarang sudah menjadi isu global. Harusnya, menurut Azizah, isu ini muncul di Banten karena Banten di kenal sebagai daerah yang Islami dan religius.
“Dulu konsep halal makanan hanya ada empat, makanan tidak mengandung babi, disembelih dengan mengucapkan bismillah, tidak merupakan bangkai dan bukan darah. Namun konsep halal sekarang berkembang karena sudah banyak bahan campuran. Konsep halal, terutama dalam makanan, penting karena makanan membentuk karakter seseorang dalam kehidupan sehari-hari, karena makanan bercampur di tubuh kita dan menjadi daging,” tambah Guru Besar Unesa ini.
Acara yang di pandu oleh moderator Dr. Ing Rangga Galura Gumelar, M.Si ini juga membahas terkait sejarah dan upaya sertifikasi halal di Indonesia.
Acara ini di ikuti oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi sebagai bagian dari mata kuliah kehumasan. Dr. Rahmi Winangsih sebagai dosen pengampu mata kuliah ini menyatakan bahwa mahasiswa komunikasi perlu mengetahui konsep halal ini karena bicara halal bukan hanya sekedar industry tapi lifestyle, dan akan sangat berkaitan dengan halal branding.
Baca berita:
Acara kuliah tamu ini merupakan bagian dari rangkaian acara Dies Natalis FISIP Untirta Ke-20.
Kegiatan ini di buka dengan Dialog Publik dengan tema “Membumikan Pancasila Sebagai Ideologi Global di Era Digital” yang berlangsung pada Sabtu, 10 Juni 2023. Kegiatan ini di hadiri oleh Wakil Ketua MPR-RI, H. Yandri Susanto, S.Pt; Ketua DPRD Banten, Andra Soni,SM; Walikota Serang, Dr. H. Syafrudin, S.Sos., M.Si serta ASDA 2 Provinsi Banten, Dr. H. M.Yusuf, S.Sos., M.Si yang hadir mewakili PJ Gubernur Banten.
Rangkaian acara akan berlangsung selama satu bulan penuh, di isi dengan Dialog Publik, Kuliah Umum, Lomba Foto & Video, Lomba Esai dan masih banyak lagi. Puncak acara akan berlangsung pada 27 Juni mendatang.