INFODAERAH.COM, KOTA BEKASI – Indoposco bersama Kementerian ATR/BPN menggelar public discussion dengan tema “Tantangan dan Risiko Digitalisasi Pertanahan”, Rabu (14/08/24).
Dalam pemaparannya, Inspektur Jenderal (Irjen) Tata Ruang Kementerian ATR/BPN, Raden Bagus Agus Widjayanto mengatakan bahwa digitalisasi pertanahan mendapatkan respon baik dari masyarakat.
Baca berita: Pemkab Lebak dan Dirjen ATR/BPN Gelar Rapat Lintas Sektoral RDTR Rangkasbitung dan Bayah
la menjelaskan peran dari Irjen Kementrian ATR /BPN yaitu mengawal program strategis kementrian guna menargetkan capaian supaya tidak terjadi kebocororan, efesien dan ekonomis.
“Salah satu tugas kami yaitu, melakukan audit kineria mana kalau pemantauan yang dilakukan pengawai baik, contohnya memberikan pemaparan soal digitalisasi sertifikat,” ujar Raden.
la mengklaim, pada akhir tahun 2023 lalu, Kementrian ATR/ BPN sudah memiliki niat peningkatan SDM di jajaran Kementrian ATR/BPN dalam hal pembangunan zona integritas dan sistematis.
Dirinya menyebut, perubahan pelayanan di sejumlah Kantah ATR/BPN harus menjadi modern profesional dan terpercaya, guna mencapai predikat zona integritas.
“Kita ingin kantornya bagus, fasilitas bagus serta dilayani dengan cepat, basic nya pelayanan cepat dan akurat lebih bagus tidak ada pungli.
Ini lah basic nya pelayanan cepat aan akurat lebih bagus tidak ada pungli. Ini lah pembangunan syarat zona integritas yang nantinya baru diberikan predikat zona integritas oleh KemPan RB,” papar dia.
Baca berita : PJ Bupati Lebak Terima Sertifikat Aset Pemda dari Kementerian ATR/BPN
Dengan begitu, dirinya meminta pembangunan yang sudah ada agar dipelihara serta ditingkatkan sampai ada zona integritasnya.
“Sistematis secara terukur dengan cara tertentu lengkap membangun secara bersama, guna memaksimalkan digitalisasi sertifikat,” tuturnya.