Wamendagri Bima Arya : Indonesia Emas 2045 Butuh Visi Pembangunan Berkelanjutan

Info Daerah - Minggu, 7 Juni 2026 - 18:41 WIB
Wamendagri Bima Arya :  Indonesia Emas 2045 Butuh Visi Pembangunan Berkelanjutan
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto saat menjadi pembicara dalam kegiatan Student Day Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan di Taman Bukit Palem Resort, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (6/6/2026). (Info Daerah)
Penulis
|
Editor

INFODAERAH.COM, KAB. BOGOR – Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menegaskan bahwa pencapaian Indonesia Emas 2045 membutuhkan sejumlah prasyarat penting. Salah satu yang paling mendasar ialah hadirnya visi pembangunan nasional yang berkelanjutan agar arah pembangunan tetap konsisten dari waktu ke waktu.

“Cerita tentang negara maju adalah cerita tentang keberlanjutan,” ujar Bima saat menjadi pembicara dalam kegiatan Student Day Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan di Taman Bukit Palem Resort, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (6/6/2026).

Baca jugaWamendagri: Desartada Jadi Acuan Penataan Daerah, Pemekaran Tetap Diseleksi Ketat

Menurut Bima, banyak negara maju mampu menjaga laju pembangunan karena memiliki visi jangka panjang yang tetap berjalan meski terjadi pergantian kepemimpinan. Ia mencontohkan Singapura yang berhasil mempertahankan arah pembangunan secara konsisten selama bertahun-tahun.

Karena itu, Bima mendorong para pemimpin daerah menjaga kesinambungan program pembangunan. Ia menilai perubahan arah kebijakan yang kerap terjadi setelah pergantian kepala daerah masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah.

Selain visi yang berkelanjutan, Bima menyebut kemandirian sebagai faktor penting untuk mendorong kemajuan bangsa. Kemandirian tersebut, kata dia, harus ditopang kepemimpinan yang efektif agar pemerintahan mampu menjalankan program secara optimal.

“Bahwa, mau kita punya banyak orang pintar, banyak orang hebat, demokrasinya diagungkan, tapi kalau pemerintahan enggak jalan, useless. Kita enggak akan ke mana-mana,” katanya.

Baca jugaPemkot Bekasi dan BKSAP DPR RI Bahas Strategi UMKM Tembus Pasar Internasional

Bima juga menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi dan inovasi dalam pembangunan. Menurut dia, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri sehingga memerlukan keterlibatan aktif berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi.

Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi Universitas Pakuan yang mengangkat tema inovatif, kolaboratif, dan berdaya saing dalam penyelenggaraan kegiatan akademik tersebut.

Di sisi lain, Bima mengingatkan para kepala daerah agar mencermati perkembangan geopolitik global. Ia menilai dinamika internasional saat ini memiliki pengaruh langsung terhadap kondisi ekonomi dan kehidupan masyarakat di daerah.

“Karena uncertain geopolitik ini, berdampak pada dolar, berdampak ke minyak, dan lain-lain. Jadi nomor satu, geopolitics matters,” ujarnya.

Selain memahami perkembangan geopolitik, kepala daerah juga perlu terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah masing-masing.

Menurut Bima, SDM yang unggul menjadi modal penting untuk memperkuat birokrasi dan mempercepat pembangunan daerah.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kualitas SDM harus berjalan seiring dengan strategi pemerintahan yang tepat.

Keberhasilan sebuah kebijakan, kata dia, sangat ditentukan oleh kemampuan pemimpin dalam mengambil keputusan dan mengelola risiko.

“Masalahnya adalah strategi tepat atau enggak? Only time will tell … jadi strategi ini adalah risiko para pemimpin,” tandasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rektor Universitas Pakuan, Didik Notosudjono, Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Sri Setyaningsih, serta jajaran civitas academica Universitas Pakuan. (Red)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X