Penilaian Gapura Sri Baduga 2026 Dimulai di Bekasi Timur

      Info Daerah - 16 September 2026
      Penilaian Gapura Sri Baduga 2026 Dimulai di Bekasi Timur
      Ketua TP PKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono Tri Adhianto

      INFODAERAH.COM, KOTA BEKASI – Penilaian klarifikasi lapangan Anugerah Gapura Sri Baduga Tingkat Kota Bekasi 2026 mulai berlangsung pada Selasa, 15 September 2026.

      Tahapan ini menjadi bagian penting dalam proses penilaian kelurahan. Tim penilai memeriksa program, inovasi, dan capaian yang telah disampaikan pada tahap pemaparan.

      Anugerah Gapura Sri Baduga menilai berbagai aspek kinerja kelurahan. Aspek tersebut meliputi pemerintahan, ekonomi, kesehatan, lingkungan, pendidikan, kemasyarakatan, dan inovasi.

      Pada tahap klarifikasi, tim penilai melihat kondisi wilayah secara langsung. Tim juga mencocokkan data dan program dengan kondisi di lapangan.

      Klarifikasi lapangan berlangsung selama enam hari. Tim akan mengunjungi 12 kelurahan yang mewakili 12 kecamatan di Kota Bekasi.

      Bekasi Jaya Tampilkan Berbagai Inovasi Warga

      Pada hari pertama, Ketua TP PKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono Tri Adhianto ikut dalam kunjungan ke Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.

      Wakil Ketua TP PKK Kota Bekasi juga turut hadir. Selain itu, kegiatan melibatkan tim penilai dari Dinas Tata Pemerintahan (Tapem), perangkat daerah terkait, dan tim penilai TP PKK Pusat.

      Di Bekasi Jaya, tim meninjau sejumlah inovasi dan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya pemanfaatan lahan kosong menjadi area produktif.

      Warga memanfaatkan lahan tersebut untuk menanam tanaman obat keluarga. Mereka juga mengembangkan budidaya tanaman dengan sistem hidroponik.

      Selanjutnya, tim meninjau koperasi yang menjadi wadah pemasaran produk warga. Berbagai produk kerajinan dan makanan turut ditampilkan.

      Produk tersebut antara lain jajanan, makanan ringan, dan berbagai kerajinan tangan.

      Kunjungan kemudian berlanjut ke RW 09. Di lokasi tersebut, tim melihat kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT).

      KWT mengembangkan tanaman obat dan berbagai jenis sayuran. Hasilnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.

      Warga juga menunjukkan berbagai hasil kreativitas dari bahan bekas. Produk tersebut antara lain tempat tisu dan vas bunga dari kemasan minuman.

      Selain itu, warga membuat bunga tulip dari dakron dan kain perca. Kreativitas tersebut sekaligus membuka peluang ekonomi bagi keluarga.

      Produk kerajinan warga akan mendapat pembinaan dan pengembangan lebih lanjut. Salah satunya melalui Dekranasda agar produk dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

      Tim kemudian meninjau Rumah Dilan. Tempat tersebut menjadi ruang bagi warga untuk belajar, bermain, dan meningkatkan keterampilan.

      Kunjungan juga mencakup fasilitas pendidikan anak usia dini. Tim melihat aktivitas pembelajaran di taman kanak-kanak.

      Potensi ekonomi lainnya juga mendapat perhatian. Salah satunya usaha penjualan bibit ikan lele yang dikembangkan warga.

      Rangkaian kunjungan di Bekasi Jaya kemudian berakhir dengan peninjauan rumah sehat.

      Wiwiek Dorong Program Terus Berjalan

      Ketua TP PKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono Tri Adhianto mengatakan, klarifikasi lapangan memberi kesempatan kepada tim untuk melihat program secara langsung.

      Menurut Wiwiek, penilaian tidak hanya melihat pemaparan program. Tim juga melihat pelaksanaan dan keterlibatan masyarakat.

      “Yang kita lihat hari ini bukan hanya bagaimana program itu dipaparkan, tetapi bagaimana pelaksanaannya di lapangan dan sejauh mana masyarakat ikut terlibat,” ujar Wiwiek.

      Ia menyebut sejumlah potensi yang terlihat di Bekasi Jaya. Potensi itu meliputi pemanfaatan lahan kosong, kegiatan KWT, pengolahan pangan, dan kerajinan bahan daur ulang.

      Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program pemberdayaan di kelurahan.

      “Harapannya, kegiatan seperti ini tidak berhenti hanya karena adanya penilaian. Program yang sudah berjalan dapat terus dikembangkan,” katanya.

      Wiwiek berharap program tersebut terus memberi manfaat bagi keluarga. Selain itu, program juga dapat meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.

      Pengasinan Tampilkan KWT dan Olahan Pangan

      Setelah Bekasi Jaya, tim penilai melanjutkan kunjungan ke Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu.

      Di RW 09, tim melihat berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya kerajinan rajut yang warga kembangkan menjadi beragam produk.

      Warga juga membuat kerajinan berbentuk bunga. Tim kemudian meninjau UMKM yang memproduksi bakmi Jawa.

      UMKM tersebut menggunakan singkong sebagai salah satu bahan dasar. Inovasi itu menjadi bagian dari pengolahan pangan lokal.

      Kunjungan di wilayah tersebut juga mencakup Rumah Dilan. Tim turut melihat tanaman obat keluarga dan kegiatan KWT.

      Selanjutnya, tim menuju RW 021. Di lokasi tersebut, tim meninjau KWT dan Posyandu.

      Tim melihat kreativitas warga dalam memanfaatkan ruang di sekitar persimpangan jalan. Warga mengubah area tersebut menjadi tempat budidaya tanaman.

      Berbagai tanaman tumbuh di lokasi itu. Jenisnya antara lain tomat, ubi Cilembu, cabai, labu, ubi jalar, alpukat, durian, mangga, dan jeruk.

      Warga secara berkala memantau area tersebut. Saat ini, terdapat sekitar 43 jenis tanaman sayuran dan tanaman pangan.

      Selain budidaya tanaman, warga juga mengembangkan berbagai olahan pangan. Produk yang ditampilkan antara lain cincau, rujak kangkung, puding labu kuning, dan kue lumpur.

      Melalui klarifikasi lapangan, tim dapat melihat langsung berbagai program yang berjalan di setiap kelurahan.

      Tim juga dapat menggali potensi, inovasi, dan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Selain itu, tim melihat manfaat program bagi warga.

      Wiwiek menambahkan, sinergi pemerintah, TP PKK, kader, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan inovasi di setiap wilayah.

      “Kita ingin setiap potensi yang ada di masyarakat bisa terus dikembangkan. Pemerintah dan TP PKK tentunya akan terus mendorong, mendampingi, dan menghubungkan potensi-potensi tersebut agar bisa memberikan dampak yang lebih luas bagi kesejahteraan keluarga,” pungkasnya. (Red)

      Tinggalkan Komentar