INFODAERAH.COM, BANDUNG – Pemerintah Kabupaten Bekasi menegaskan komitmennya untuk mewujudkan tata kelola persampahan yang lebih modern, profesional, dan berkelanjutan melalui pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) berbasis Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Pengelolaan Sampah. Langkah ini merupakan bagian dari program nasional Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project (ISWMP) periode 2025–2026 yang diinisiasi langsung oleh Kementerian Dalam Negeri RI.
Berdasarkan data terbaru, timbunan sampah di Kabupaten Bekasi telah mencapai 2.250 ton per hari atau setara 321.379 ton per tahun. Dari jumlah tersebut, hanya 724,26 ton per hari atau sekitar 32,19 persen yang berhasil diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Kecamatan Setu.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Dedy Supriyadi, mengungkapkan bahwa tingginya timbunan sampah ini bukan hanya berasal dari rumah tangga, tetapi juga dari kawasan industri yang berkembang pesat.
Pemkab Bekasi berkomitmen untuk meninggalkan metode open dumping yang selama ini digunakan dan mulai beralih pada teknologi modern yang mampu menampung sekaligus mengolah sampah.
“Kami ingin memastikan bahwa sampah yang dihasilkan bukan hanya dibuang, tetapi diolah menjadi sesuatu yang bernilai dan aman bagi lingkungan,” tegas Dedy.
Dedy menegaskan bahwa dukungan pendanaan dari pemerintah pusat menjadi kunci agar langkah-langkah perbaikan yang direncanakan dapat direalisasikan secara maksimal.
“Dukungan pendanaan dari pemerintah pusat menjadi kunci, agar langkah-langkah perbaikan yang kami rencanakan dapat direalisasikan secara maksimal,” ujar Dedy.
Dalam jangka pendek, Pemkab Bekasi juga menyiapkan agenda besar untuk menata TPA Burangkeng pada 2025. Anggaran akan dialokasikan ke beberapa perangkat daerah, termasuk Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan, serta Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang. Rencana tersebut mencakup perluasan lahan TPA seluas 2 hektare, pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), pembuatan saluran lindi, penyediaan teknologi pengelolaan sampah terkini, perbaikan jembatan timbang, hingga pembangunan hanggar seluas 8.000 meter persegi.(Sar/Red)