Dari kenaikan bahan baku tersebut berimbas kepada minimnya pemasokan tahu tempe dipasaran, yang biasanya para pengrajin tempe memerlukan lebih kurang 2,1 ton perhari, produksi menjadi berkurang dari biasanya.
Sedangkan para pengrajin tempe merasa berat untuk memenuhi pasokan jika harus menaikan harga tempe, toge dan tahu dipasaran.
“Yang saya ingin sampaikan kepada Pak Wakil, saya selaku sekaligus mewakili para pengrajin tempe, meminta perhatian dari Pemerintah untuk dapat membantu mengatasi permasalahan bahan baku yang mahal dari importir kepada para pengrajin tempe,” Ujar Ihsan Budiman Pengrajin tempe.
Tri Adhianto selaku Wakil Wali Kota Bekasi menyikapi apa yang menjadi keluhan para pengrajin tempe.