Bahkan lanjut dia, jika di tanyakan, mereka bilang bahwa orang marketingnya lagi terkena covid-19.
“Itu alasan mereka. Intinya keluhan kita ini sama sekali tidak di perhatikan. Padahal saya ngurusnya sejak 3 Maret tahun ini.”ucap Agus.
Mereka juga sempat berkelit katanya yang mengurus itu orang sudah engga ada.
“Lalu saya bilang emang ini (pengembang) milik perorangan.” kata Agus kesal saat menayakan hal itu.
Ia pun sempat di arahkan ke kantor pusat yang terletak di Kelapa Gading itu tapi hasilnya tidak memuaskan.
“Kita lalu di arahkan lagi ke Mutiara Gading City karena di situ kata mereka ada legalnya.
Alasannya di kantor pusat tidak ada legalnya. Tapi ketidakpuasan yang kami dapat.
Sebab tidak ada jawaban yang pasti.”keluh Agus.
Merasa tak puas, ia pun kemudian mencoba mendatangi langsung legalnya ke Mutiara Gading.
Karena beberapa kali di temui dan begitu juga jika di hubungi sangat sulit.
“Dan akhirnya saya ketemu legalnya dan menunjukan semua berkas-berkasnya. Gimana ini pak saya bilang.
Ini (tanah) kan kita sudah lunas.