INFODAERAH.COM, JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI asal Fraksi PKS, drh. Slamet menyoroti program kebijakan kartu tani. Tidak main-main anggaran senilai rarusan milyar hanya untuk mencetak kartu tani.
“Uang 300 miliar tersebut sebaiknya di gunakan untuk menggenjot produktifitas petani, dari pada habis untuk mencetak kartu tani yang manfaatnya minim di rasakan oleh petani,” ujarnya di Jakarta, Selasa (5/10/2021).
Demi mendorong ketersediaan pangan nasional pemerintah telah mengupayakan berbagai cara mulai dari aspek kebijakan sampai pada dorongan kebijakan pasar untuk melindungi hak-hak petani.
BACA JUGA ;
Kendati demikian dari beberapa fakta yang d itemukan sejumlah permasalahan pertanianpun mencuat salah satunya adalah besarnya nilai impor produk pangan Indonesia.
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data impor pangan periode Januari hingga Agustus 2021 Indonesia mengimpor lebih dari 15 juta ton bahan pokok senilai US$ 8,37 miliar atau setara dengan Rp 118,9 triliun (kurs Rp 14.200/US$). Hal tersebut mendapatkan sorotan dari Anggota komisi IV DPR RI drh Slamet.