Vaksin yang di guna kan adalah vaksin jenis Sinovac. Siswa boleh di dampingi orang tua dan wajib mengisi surat izin atau formulir persetujuan.
Lalu siswa akan diskrining untuk pemeriksaan kesehatan. Setelah di nyatakan lolos, siswa akan di vaksinasi.
“Prosesnya sama seperti pelaksanaan vaksinasi pada orang dewasa, ada skrining kesehatan terlebih dahulu.
Orang tua wajib mengisi formulir surat persetujuan untuk memperbolehkan anaknya di vaksinasi dan di bawa saat pendaftaran dengan jenis vaksin Sinovac,” ungkap Amri.
Salah satu orang tua mengaku antusias mengantar anaknya di vaksinasi.
Ia sudah menunggu momen ini sejak lama. Ia menyempatkan waktu untuk mendampingi anaknya supaya mau dan berani di vaksinasi.
“Saya lega dan sangat semangat, akhirnya vaksinasi anak usia 6-11 tahun telah di mulai, karena membuat kami orang tua lebih tenang untuk memperbolehkan anak-anak beraktivitas di luar rumah terutama saat belajar tatap muka.
Vaksin sangat bermanfaat untuk mengurangi penyebaran Covid-19, walaupun memang perlu melakukan pendekatan lebih ke anak-anak untuk berani di vaksin,
makanya saya dampingi hari ini agar mau dan berani di vaksin,” pungkas Ami, salah satu orang tua.
(RIZKI/Humas)