“Selanjutnya program selain di program tabungan dan sedekah sampah kita juga memberikan program sembako tukar dengan sampah yang bisa kita katakan adalah bank sampah mart jadi masyarakat ataupun nasabah bank sampah ini bisa mengakses atau memperoleh sembako itu bisa dengan tukar dengan sampah yang sesuai dengan jenisnya, seperti telur, gula, minyak dan lain-lain,” katanya.
Selanjutnya program dari bank sampah lainnya adalah bekerjasama dengan paguyuban Ibu Berdaya dengan program pinjaman uang tanpa bunga dengan tujuan meminimalisasi ataupun mengedukasi masyarakat untuk menjauhi unsur riba dan dan memberikan edukasi kepada masyarakat ataupun keluarga tentang manajemen keuangan di keluarganya.
“Jadi kita memberikan salah satu pinjaman lunak kepada para nasabah usaha ibu-ibu untuk modal usaha ataupun kebutuhan keluarganya.
itu memang beberapa programnya selanjutnya memang kita sudah terbentuk koperasi pengolahan sampah jadi itu sifatnya bebas tidak memaksa dan tidak mengikat terhadap program bank sampah.
Bagi nasabah ataupun pengurus bank sampah boleh mengikuti kegiatan di koperasinya. itu program-program bank sampah hari ini yang mana terintegrasi dengan beberapa Stakeholders ataupun lembaga lainnya,” ungkapnya.
Rencana ke depan, pihak Racap Bersama dengan teman-teman penggiat lingkungan di Kabupaten Sukabumi akan membentuk forum Bank Sampah Kabupaten Sukabumi.
“Harapannya tahun 2022 ini terbentuk forum dan pergerakan kegiatan kami untuk peduli lingkungan lebih luas lagi,
lebih masif lagi dan lebih banyak lagi teman-teman yang terpanggil untuk mengelola sampah dan peduli lingkungan yang dengan terbentuknya penumpang sampai ini bisa mewarnai teman-teman semuanya dan bisa bermitra dengan pemerintah setempat dan perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Sukabumi untuk menjalankan ataupun kegiatan di kepedulian lingkungan,” pungkasnya.
(Denis)