Model bisnis media online sendiri, kata Sapto, bisa dilakukan melalui beberapa cara. Di antaranya, melakukan kerjasama dengan pemerintah daerah, menggandeng sponsorship, pendanaan CSO, membangun media melalui kehumasan maupun event organizer (EO) dan mengembangkan komunitas pembaca.
“Ini kan belum tentu wartawan mau melakukan hal-hal seperti itu kan,” ujarnya.
Sementara, Maryadi seorang praktisi Media Siber membagikan pengalamannya terkait persaingan bisnis media digital. Menurutnya, pelaku industri media siber harus berani meninggalkan pola lama.
Baca berita:
Erris Napitupulu Terpilih Aklamasi jadi Ketua SMSI Sumut 2022-2027
Terobosan baru perlu dilakukan untuk memberikan dorongan ‘amunisi’. Ia mengatakan, ada media siber yang mengembangkan teknik backlink untuk mendapatkan marketshare iklan.
“Perlu memanfaatkan media sosial dan aplikasi. Termasuk, memahami tren yang berkembang di masyarakat,” kata Maryadi. (Red)