Dorong Literasi Digital, MAFINDO Bekasi Gelar Kelas Kecerdasan Artifisial

Info Daerah - Sabtu, 27 September 2025 - 15:06 WIB
Dorong Literasi Digital, MAFINDO Bekasi Gelar Kelas Kecerdasan Artifisial
 (Info Daerah)
Penulis
|
Editor

INfODERAH.COM, KAB.BEKASI  – Menjawab tantangan pendidikan di era digital, Masyarakat Antifitnah Indonesia (MAFINDO) Wilayah Bekasi berkolaborasi dengan GTK Bara Bere menggelar pelatihan kecerdasan artifisial (AI) khusus bagi para pendidik. Kelas bertajuk “AI Goes To School” ini diselenggarakan secara daring pada Jumat (26/9/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif  MAFINDO yang bertujuan mendampingi 10.000 guru di 40 kota dalam kurun 18 bulan, dengan dukungan pendanaan dari Google.org, AVPN, dan Asian Development Bank (ADB).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Faturachman dan Sekretaris Dinas, Asep Permana, secara resmi membuka acara. Dalam sambutannya, mereka mendorong para guru untuk berinovasi dalam pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi AI.

“Bekasi harus adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dengan dukungan AI, guru dapat menghadirkan pembelajaran yang inovatif sekaligus melindungi siswa dari bahaya misinformasi,” tegas Budi Indaryadi, Koordinator Wilayah MAFINDO Bekasi, yang juga hadir dalam kesempatan tersebut.

Baca Juga:

Raperda Perubahan PAD dan APBD 2025 Kota Bekasi Resmi Disepakati

Kejari Kota Bekasi Tetapkan Pengelola Pegadaian Jadi Tersangka Korupsi

Para peserta tidak hanya mendapat teori dasar tentang AI, tetapi juga panduan praktis dari dua narasumber ahli, Kristien Mey Triyana dan Ananda S. Maulidia. Materi yang dibahas mencakup etika penggunaan AI, teknik menyusun perintah (prompt engineering) yang efektif, serta cara mengintegrasikan alat-alat AI ke dalam aktivitas belajar mengajar, pengelolaan kelas, dan tugas administrasi.

“Melalui program ini, guru di Bekasi dapat memanfaatkan AI bukan hanya sebagai teknologi, tetapi juga sebagai alat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan literasi digital siswa,” jelas Kristien Mey Triyana.

Sebagai tindak lanjut, para guru juga dikenalkan dengan platform Learning Management System (LMS) untuk mengakses materi pelatihan secara fleksibel. Diharapkan, pelatihan ini dapat membekali guru dengan keterampilan baru untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inovatif, relevan, dan siap menghadapi dinamika era digital. (Sar)

Baca Juga:

Kritik Keras Ahli Gizi Untuk MBG: Menunya Burger dan Spageti

 

Tinggalkan Komentar

Close Ads X