Jakarta Bidik Shenzhen, Pramono Siapkan Lompatan Teknologi Kota

Info Daerah - Kamis, 23 April 2026 - 14:22 WIB
Jakarta Bidik Shenzhen, Pramono Siapkan Lompatan Teknologi Kota
Caption : Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bertemu Executive Vice Mayor Shenzhen, Tao Yongxin, di Shenzhen, Tiongkok, Rabu (22/4/2026), untuk menjajaki kemitraan strategis menuju status sister city. (Info Daerah)
Penulis
|
Editor

INFODAERAH.COM, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka babak baru kerja sama internasional dengan Shenzhen, salah satu pusat teknologi paling maju di dunia.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bertemu Executive Vice Mayor Shenzhen, Tao Yongxin, di Shenzhen, Rabu (22/4/2026).
Pertemuan itu menjadi langkah awal penjajakan kemitraan strategis menuju status sister city.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan penandatanganan kerja sama resmi pada November 2026. Jakarta akan memulai proses melalui penyusunan Letter of Intent (LoI), lalu melanjutkan ke tahap Memorandum of Understanding (MoU).

Saat ini, Jakarta telah menjalin kerja sama sister city dengan Beijing dan Shanghai.

Pramono menegaskan, Jakarta ingin mempercepat pembelajaran dari kota-kota maju. “Kami ingin menyusun LoI sebagai langkah awal, lalu melanjutkan ke MoU dengan Shenzhen,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Ia menilai kerja sama ini tidak sebatas hubungan formal antarkota. Jakarta ingin memanfaatkan kemitraan tersebut untuk bertukar pengalaman dan solusi atas persoalan perkotaan.

Jakarta menghadapi tantangan besar seiring jumlah penduduk yang mencapai sekitar 11 juta jiwa. Kawasan aglomerasi Jabodetabek bahkan menampung sekitar 42 juta jiwa.

Menurut Pramono, persoalan seperti kemacetan, polusi, dan banjir pernah dialami kota-kota besar di China.

“Kami ingin belajar dari Shenzhen sebagai role model,” katanya.

Tao Yongxin menyambut positif rencana tersebut. Ia menawarkan sejumlah sektor prioritas, mulai dari teknologi, inovasi, hingga hubungan antarmasyarakat.

“Kami dapat memulai dari friendship city sebelum meningkat menjadi sister city. Kami juga membuka peluang kerja sama di bidang pertukaran mahasiswa, budaya, dan sektor maritim,” ujarnya.

Tao menambahkan, posisi strategis Indonesia di jalur perdagangan maritim global menjadi nilai tambah penting bagi kemitraan ini.

Shenzhen juga menawarkan kolaborasi di sektor transportasi berbasis teknologi. Kota itu siap mendorong elektrifikasi kendaraan, pembangunan infrastruktur pengisian daya, serta pemanfaatan kecerdasan buatan untuk layanan publik.

Sebagai kota yang berkembang pesat, Shenzhen telah bertransformasi dari kawasan nelayan menjadi pusat inovasi global sejak ditetapkan sebagai zona ekonomi khusus pada 1980. Kota ini kini menjadi basis berbagai perusahaan teknologi dunia dan rujukan dalam pengembangan smart city.

Kerja sama ini diharapkan membuka jalan bagi Jakarta untuk mempercepat transformasi menjadi kota global berbasis teknologi dan berkelanjutan. (Red)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X