Tidak Kunjung Dibangun, Warga Di Lebak Gotong Royong Bangun Jembatan Dari Batang Kelapa

Info Daerah - Rabu, 4 Januari 2023 - 19:27 WIB
Tidak Kunjung Dibangun, Warga Di Lebak Gotong Royong Bangun Jembatan Dari Batang Kelapa
 (Info Daerah)
Penulis
|
Editor

INFODAERAH.COM, LEBAK – Warga Kampung Karang Combong, Desa Hariang, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten Terpaksa harus berani melintas di atas jembatan yang dibangun dari batang kelapa yang sudah lapuk.

Situasi tersebut sudah dua tahun dirasakan warga sejak jembatan Cimodene roboh diterjang banjir yang terjadi pada Jumat,11/9/ 2020 lalu.

Untuk diketahui, Jembatan Cimodene adalah satu satunya akses masyarakat yang menghubungkan dua desa antara Desa Hariang dengan Desa Sinarjaya.

Baca berita : Lama Dibiarkan Rusak, Warga Kecamatan Sobang Turun Gotong Royong Perbaiki Jalan

Semula warga membangun jembatan untuk sementara lantaran jembatan di Sungai Cimodene roboh akibat banjir namun sampai sekarang jembatan tersebut tidak kunjung dibangun oleh Pemerintah.

Semula warga berpikir tidak ada jalan alternatif yang bisa di gunakan sehingga apalabila tidak segera membangun jembatan darurat maka aktivitas warga akan lumpuh total.

Selain jembatan Cimodene menjadi penunjang aktifitas warga sekitar jembatan ini merupakan akses menuju lokasi wisata Goa Sangiang dan Baduy dalam (Cibeo) bagi wisatawan yang ingin masuk dari pintu gerbang di kampung Karang combong.

Baca berita : Demi Warga Anggota Polsek Sobang Rela Lakukan Ini

Akibat kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan menuju Goa sangiang salahsatu objek Destinasi wisata unggulan di Kabupaten Lebak sehingga mengalami kemunduran secara drastis.

Menurut Tokoh Pemuda Kampung Karang combong Sanwani. Jembatan cimodene adalah objek vital masyarakat sebab putusnya jembatan Cimodene sama seperti putus Urat nadi.

“Semua aktifitas lumpuh, ekonomi warga ikut mati bahkan anak sekolah akan terputus,”Paparnya.

Baca berita : Hore! Pemkab Lebak Dirikan Layanan KIR di Wilayah Selatan

 

Sebab itu, Sanwani berani pasang badan menjadi penggerak gotong royong mengajak warga membangun jembatan darurat meskipun konsekuensinya harus rela merogoh kantong untuk membeli batang kelapa hingga keperluan lainnya.

” Jembatan dari batang kelapa ini tidak bisa bertahan lama karena banyak keluar masuk kendaraan roda empat seperti angkutan umum (Elf), mobil pribadi, pick-up, Engkel pengangkut kayu dan hasil bumi.”Ungkap Sanwani kepada Wartawan pada Rabu,4/1/23)

Ditemui secera terpisah, Kepala Desa Hariang, Bahudin tidak membantah soal adanya keluhan warga setempat.

Baca berita : Pemkab Lebak Minta Tambang Ilegal Ditertibkan

Bahudin yang baru satu tahun menjabat ini menjelaskan, meskipun Kepala Desa sebelumnya sudah pernah mengajukan akan tetapi harus dilihat bawha situasi saat itu Pemerintah menggunakan APBD fokus pada penanggulangan covid-19.

“Jadi wajar seandainya kepala desa yang dulu mengajukan tapi belum dibangun karena saat itu Kabupaten Lebak masih darurat Covid-19 mungkin anggaran APBD fokus ke penanggulangan virus covid”Tuturnya

Meski demikian, Bahudin mengaku tidak tinggal diam apalagi untuk persoalan yang sangat penting di prioritaskan seperti jembatan Cimodene.

“Saya terus berkoordibasi dengan Pemda Lebak, bukan cuma jembatan tapi termasuk mengajukan juga beberapa kebutuhan masyarakat ke Dinas terkait.” Pungkasnya (Ubay)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X