INFODAERAH.COM, BEKASI – Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Gilang Esa Mohamad menegaskan komitmennya untuk mendorong percepatan realisasi program pembangunan, yang berdampak langsung bagi kesejahteraan warga, setelah menyerap berbagai aspirasi masyarakat.
Sejumlah warga menyampaikan sejumlah kebutuhan pembangunan yang dinilai mendesak, mulai dari peningkatan kualitas jalan lingkungan, pembenahan saluran drainase untuk mengantisipasi genangan air, hingga pembangunan kantor Posyandu yang representatif guna menunjang pelayanan kesehatan ibu dan anak.
“Kami hadir untuk memastikan suara masyarakat benar-benar menjadi dasar kebijakan pembangunan. InsyaAllah, aspirasi ini akan kami kawal hingga tahap realisasi,” ujar Gilang usai menggelar reses di RW.013, Kranji, Bekasi Barat, Selasa (17/2/2026).
Gilang menyatakan, sebagai Anggota Komisi II, dirinya memiliki tanggung jawab untuk memastikan program pembangunan tidak hanya direncanakan, tetapi juga direalisasikan sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran daerah.
“Reses bukan sekadar agenda formal. Ini adalah ruang dialog terbuka, agar setiap kebutuhan warga benar-benar terakomodir dalam perencanaan pembangunan daerah,” papar Gilang.
Terpantau, antusiasme warga yang hadir, mulai dari tokoh masyarakat, pengurus RW, hingga kader Posyandu, yang menjadi cerminan besarnya harapan masyarakat Kranji terhadap percepatan pembangunan di wilayah mereka.
Menanggapi aspirasi, Gilang merespons satu per satu secara konkret:
– Saluran air 50 meter siap diusulkan pada perubahan anggaran 2026
– Pengaspalan gang akan dicek slot anggaran dan diprioritaskan
– Hibah pemberdayaan ekonomi melalui yayasan/koperasi berbadan hukum
– Pembangunan Posyandu siap diusulkan jika lahan tersedia
– Kenaikan insentif kader Posyandu sedang diperjuangkan
– Seragam kader akan dibantu secara pribadi
– Kasus rumah ambruk langsung ditindaklanjuti tim
Ia juga menekankan pentingnya jalur komunikasi melalui RT dan RW agar aspirasi tidak berhenti di forum seremonial.
Reses yang Menyentuh Rasa
Tak hanya bicara program, pertemuan diwarnai nuansa humanis.
Diakhir acara reses, Gilang menyelipkan humor, kuis berhadiah, ucapan Imlek bagi warga Tionghoa, hingga pesan menyambut Ramadan. Suasana menjadi hidup, hangat, dan inklusif.
Sebagai mantan Ketua KNPI, ia menegaskan posisi sebagai penyeimbang kebijakan nasional: mendukung program yang pro-rakyat, sekaligus siap mengkritisi jika tak berpihak pada masyarakat.
“Saya tipe orang seperti lampu mobil — bicara sejauh yang bisa saya lihat dan kerjakan. Yang bisa kita lakukan, kita lakukan. Yang belum bisa, saya bilang belum bisa,” ujar Gilang disambut tepuk tangan warga.
Bukan Sekadar Serap Aspirasi
Reses ini bukan hanya forum dengar keluhan, tetapi ruang dialog dua arah antara wakil rakyat dan warga. Ada tawa, ada harapan, ada catatan kerja yang harus ditunaikan.
Di penghujung acara, doa warga mengalir untuk kesehatan dan masa depan sang legislator — sebuah pertanda bahwa politik di tingkat akar rumput masih bisa berjalan dengan sentuhan hati.(Adv/Setwan)