Banten–DKI Perkuat Kolaborasi Atasi Banjir dan Sampah di Wilayah Aglomerasi

Info Daerah - Rabu, 20 Mei 2026 - 19:32 WIB
Banten–DKI Perkuat Kolaborasi Atasi Banjir dan Sampah di Wilayah Aglomerasi
Gubernur Banten Andra Soni bertemu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Rabu (20/5/2026). (Info Daerah)
Penulis
|
Editor

INFODAERAH.COM, JAKARTA – Gubernur Banten Andra Soni bertemu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta untuk membahas penguatan sinergi antardaerah dalam penanganan banjir dan pengelolaan sampah di kawasan aglomerasi Tangerang Raya dan DKI Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Pertemuan tersebut juga dihadiri Bupati Tangerang Maesyal Rasyid dan Wali Kota Tangerang Sachrudin.

Baca jugaGubernur Andra Soni Sambut Positif Tangsel Youth Football untuk Pembinaan Atlet Muda Banten

Andra Soni menegaskan penanganan banjir di Tangerang Raya tidak bisa berjalan sendiri. Ia menilai kerja sama lintas wilayah menjadi kunci untuk mengurangi dampak banjir sekaligus memperbaiki sistem pengelolaan sampah.

“Banten dan DKI Jakarta itu sejatinya saling membutuhkan. Oleh karena itu, kolaborasi ini harus terus kita perkuat,” ujar Andra.

Para kepala daerah kemudian menyepakati sejumlah langkah konkret untuk mengatasi persoalan lintas batas. Salah satu fokus utama adalah pembangunan tandon bersama untuk menampung debit air hujan di kawasan rawan banjir.

“Melalui tandon-tandon itu, air bakunya nanti bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” tambahnya.

Baca jugaGubernur Andra Soni Gandeng Diaspora untuk Wujudkan SDM Unggul Banten

Pemerintah daerah di Tangerang Raya juga menyiapkan strategi pengelolaan sampah berbasis energi. Sistem pengolahan itu akan mengubah sampah menjadi listrik sesuai arahan pemerintah pusat, sementara sampah organik akan diolah menjadi produk bernilai ekonomi yang melibatkan masyarakat.

Maesyal Rasyid menjelaskan, pembahasan juga menyentuh optimalisasi lahan milik Pemprov DKI Jakarta di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang. Lahan itu akan dimanfaatkan untuk berbagai fungsi, mulai dari permukiman hingga pengendalian banjir.

“Sebab, dari total lahan yang ada, baru 1,4 hektare yang digunakan untuk Lapas (Lembaga Pemasyarakatan). Sisanya akan dimanfaatkan sesuai peruntukan, yakni 38 hektare untuk pertanian dan tandon, serta 47 hektare untuk permukiman,” pungkas Maesyal. (Red)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X