INFODAERAH.COM, JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno alias Bang Doel mengungkap cerita di balik pembagian agenda bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Sehari sebelum meresmikan revitalisasi Halte Bus Universitas Pancasila, Bang Doel mengaku mendapat telepon dari Pramono yang memintanya memilih antara menghadiri rapat terbatas (ratas) atau datang ke kampus tersebut.
Cerita itu disampaikan Bang Doel saat meresmikan revitalisasi Halte Bus Universitas Pancasila, Jakarta Selatan, Selasa (15/9/2026).
Menurut Bang Doel, pembagian agenda antara dirinya dengan Pramono dilakukan dengan melihat kebutuhan masing-masing kegiatan.
Dalam percakapan melalui telepon tersebut, Pramono bahkan memberikan kesempatan kepadanya untuk menentukan agenda yang akan dihadiri.
“Semalam Pak Gub telepon saya, ‘Bang, Abang mau hadir ratas (rapat terbatas) atau mau hadir peresmian Halte Bus Pancasila?’ Saya bilang, ‘Maksudnya apa, Mas?’,” kata Bang Doel.
Pramono kemudian menyampaikan bahwa kehadiran Bang Doel dalam ratas tidak terlalu diperlukan.
Sementara agenda di Universitas Pancasila memiliki alasan tersendiri bagi Bang Doel untuk hadir karena kampus tersebut merupakan bagian dari perjalanan hidupnya.
“Kalau ratas kayaknya enggak terlalu penting ya?” Kalau halte, kalau Pancasila, oh saya bilang, “Kalau ke kampus Pancasila, ini kampus saya.” Jadi artinya, saya pilih ke sini,” ujar Bang Doel.
Pilihan tersebut akhirnya membawa Bang Doel ke Universitas Pancasila untuk meresmikan halte yang telah direvitalisasi.
Bagi Bang Doel, fasilitas transportasi tersebut juga bukan sesuatu yang asing karena keberadaannya telah ia kenal sejak puluhan tahun lalu.
Bang Doel mengingat halte tersebut sudah berdiri ketika dirinya masih beraktivitas di kawasan kampus. Dia bahkan mengaku pernah menjalani proses syuting di lokasi tersebut pada 1992.
“Nah, teman-teman sekalian, memang halte bus ini sudah cukup lama, sudah hampir 30 tahun. Saya masih ingat waktu saya syuting di sini tahun ’92 sudah ada halte ini,” ungkapnya.
Setelah mengalami revitalisasi, Bang Doel melihat perubahan kondisi halte yang kini dinilainya jauh lebih baik.
Dia pun mengapresiasi kerja sama antara TransJakarta dan Universitas Pancasila dalam meningkatkan fasilitas transportasi di kawasan tersebut.
Namun, menurut Bang Doel, pembenahan halte masih perlu diikuti dengan penataan akses bagi penumpang yang berpindah moda transportasi.
Persoalan itu muncul karena terdapat penumpang kereta api yang harus menyeberang jalan untuk menuju halte TransJakarta.
Aktivitas tersebut dinilai berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas, terutama ketika arus kendaraan sedang padat.
Bang Doel mengatakan kebutuhan pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) di kawasan tersebut sudah masuk dalam pembahasan.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, pembangunan fasilitas itu direncanakan pada tahun depan.
Meski demikian, pembangunan JPO membutuhkan koordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) karena terdapat lahan yang berada di sisi kawasan tersebut dan merupakan aset KAI.
“Ya cuman saya lihat ya ini harus kerja sama dengan KAI, karena lahan sebelah kiri itu punya KAI,” ujarnya.
Bang Doel juga menilai keberadaan halte dan konektivitas dengan moda kereta api perlu dilihat sebagai satu kesatuan.
Kata dia, pembangunan fasilitas transportasi tidak cukup hanya memperhatikan kondisi halte, tetapi juga kenyamanan masyarakat saat berpindah dari satu moda ke moda lainnya.
“Saya sangat berharap dengan halte ini apa ya, bukan cuma kunjungan, tapi kenyamanan para penumpang di TransJakarta, juga penumpang yang ada di kereta api juga membuat nyaman, dan tentu saja ini juga memberikan kenyamanan bagi siswa atau mahasiswa yang memang kuliah di Universitas Pancasila,” tutur Bang Doel.
Terkait kemungkinan bus TransJakarta menjadi sumber kemacetan ketika berhenti di halte, Rano menilai waktu berhenti kendaraan umum tersebut relatif singkat.
Dia berujar, persoalan yang lebih perlu diperhatikan justru aktivitas penumpang kereta yang menyeberang menuju halte, terutama ketika lampu lalu lintas mengatur arus kendaraan dari kedua arah.
Karena itu, Bang Doel mengatakan pemerintah perlu mencari bentuk akses penyeberangan yang paling efektif, baik melalui jembatan maupun pilihan teknis lainnya.
“Nah, jadi untuk mencari solusinya, tadi saya bertanya mana lebih simpel, jembatan atas atau kita bikin bikin di bawah supaya supaya kita punya punya punya alternatif. Ya, mungkin itu,” katanya.
Di tengah agenda pemerintahan tersebut, kehadiran Bang Doel di Universitas Pancasila juga membawanya kembali pada sejumlah kenangan lama.
Dia mengungkapkan pernah menempuh pendidikan di kampus tersebut dan menyebut dirinya memperoleh gelar insinyur pada awal 1990-an.
“Tahun ’91 saya menjadi insinyur di sini, walaupun insinyur insinyur-insinyuran. Menjadi tukang insinyur di sini,” ucap Rano sambil tertawa.
Universitas Pancasila juga memiliki kaitan dengan perjalanan Rano di dunia hiburan melalui produksi sinetron “Si Doel Anak Sekolahan”.
Dia mengenang sejumlah adegan dalam cerita tersebut yang mengambil latar lingkungan kampus.
“Saya ingat sekali Keluarga Si Doel ada Benyamin, ada Emaknya. Yang enggak ikut cuma Zaenab, karena waktu itu dulu pertama Zaenab belum keluar, tapi Sarah ada,” kenangnya.
Bang Doel bahkan masih mengingat adegan ketika karakter Si Doel mengenakan toga setelah menyelesaikan pendidikannya.
“Jadi, Anda bisa bayangkan Si Doel pakai toga di gedung itu setelah wisuda,” ujarnya.
Dia berucap, salah satu bagian yang membuat lokasi tersebut mudah dikenali adalah gedung Fakultas Teknik yang menjadi bagian dari latar dalam tayangan tersebut.
“Kalau dalam Si Doel Anak Sekolahan, Anda kalau lihat lagi, itu pasti gedung yang pertama kelihatan adalah Fakultas Teknik. Itu karena untuk kredit title Si Doel latar belakangnya itu,” katanya.
Bagi Rano, kunjungannya kali ini bukan hanya berkaitan dengan peresmian fasilitas transportasi.
Universitas Pancasila juga menjadi salah satu tempat yang menyimpan bagian penting dari perjalanan hidupnya.
“Walaupun ya artinya ini hanya sebuah film, sebuah cerita, tapi di sinilah yang membuat saya terinspirasi untuk melanjutkan kisah-kisah yang lain,” pungkasnya.(Red)
