INFODAERAH.COM, SERANG — Kasus dugaan penyadapan ilegal (illegal taping) yang menyasar nomor telepon Presiden RI Prabowo Subianto serta sejumlah pimpinan partai politik memicu reaksi keras dari daerah. Mantan Bupati Lebak dua periode sekaligus tokoh masyarakat Banten, H. Mulyadi Jayabaya, SE, menyerukan gerakan moral kepada seluruh elemen masyarakat Banten untuk mengawal dan mendukung penuh Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu.
Desakan ini disampaikan pria yang akrab disapa JB tersebut menyusul langkah cepat Bareskrim Polri yang telah menetapkan tiga tersangka, termasuk mantan pejabat tinggi kepolisian. Upaya infiltrasi komunikasi terhadap simbol negara dan tokoh politik dinilai JB sebagai tindakan pelanggaran hukum berat yang mengarah pada upaya makar.
“Penyadapan Presiden Adalah Musuh Negara”
Mulyadi Jayabaya menegaskan bahwa penyadapan terhadap Presiden RI dan ketua-ketua partai politik merupakan bentuk pengkhianatan serius terhadap stabilitas nasional dan mencederai nilai demokrasi.
“Kita sebagai masyarakat Banten harus mendukung penuh Bapak Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto untuk menegakkan hukum. Tindak tegas oknum anggota polisi yang mencoba melakukan makar terhadap pemerintah yang sah dengan cara menyadap handphone Presiden dan ketua-ketua parpol,” ujar Jayabaya kepada wartawan, Rabu (4/11/2026).
Mantan Ketua Kadin Banten ini juga menambahkan bahwa institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) harus segera dibersihkan dari oknum internal yang mencoba bermain politik praktis atau merusak tatanan keamanan negara dari dalam.
“Jangan biarkan oknum perusak institusi merajalela. Hukum harus ditegakkan seadil-adilnya. Siapapun yang berencana makar, apalagi berani menyadap Presiden, itu musuh negara. Kita rakyat Banten berdiri kokoh di belakang Kapolri,” tegas JB.
Ajak Elemen Banten Jaga Kondusivitas
Guna menyikapi situasi nasional yang menghangat akibat bergulirnya kasus ini, JB mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat di Tanah Jawara agar tidak terombang-ambing oleh opini yang berkembang di media sosial.
Ia mengajak para tokoh agama, ulama, tokoh pemuda, hingga kalangan pengusaha di Banten untuk mempercayakan penuh proses hukum yang sedang berjalan kepada Mabes Polri.
“Kita semua harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan di daerah. Jangan sampai terprovokasi oleh isu-isu yang sengaja diembuskan untuk memecah belah jalannya pemerintahan nasional. Kita percayakan semua ini kepada ketegasan dan integritas Kapolri,” pungkasnya.(red)
