Lebih lanjut Mohamad Nuh menambahkan tantangan dan pekerjaan besar menanti bagi siapapun PJ Bupati yang terpilih.
Maka, sangat sulit di lakukan PR tersebut jika tidak memahami dan mengerti tentang persoalan Bekasi.
Apalagi, kata Nuh, jika PJ Bupati adalah orang dari luar Bekasi yang sangat tidak paham peta kondisi pembangunan Bekasi yang salah satunya adalah memiliki satu kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara.
“Persoalan seputar aset milik Pemkab Bekasi yang harus di selamatkan dan di amankan dari kepemilikan pihak lain,
sinergi aparatur negara di pemerintahan Kabupaten Bekasi, masalah pengentasan banjir, serta pengangguran dan optimalisasi tenaga kerja bagi warga Bekasi adakah salah satu dari sekian banyak PR Bupati Bekasi yang baru,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Bekasi yang berpengaruh ini.