oleh

Tak Kunjung Mengalir, Anggaran Rp 1,2 M Pemasangan Jaringan Baru PDAM Dipertanyakan

INFODAERAH.COM, LEBAK – Sejumlah masyarakat Desa Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak mempertanyakan program pemasangan jaringan baru Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Lebak tahun 2021 yang sampai saat ini belum realisasi.

Rudi, Ketua Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Rangkasbitung Timur mengatakan, Mesin meteran pengukur air PDAM memang sudah dipasang sejak tahun lalu dimasing-masing rumah warga. Namun, hingga saat ini air tidak kunjung mengalir. Sehingga, mesin meteran pengukur air yang sudah dipasang banyak yang hilang dicuri dan dibongkar kembali oleh petugas PDAM.

“Iya betul kang, banyak mesin meteran yang sudah dipasang pada hilang ada yang di curi, ada juga yang dibongkar kembali oleh petugas PDAM,” kata Rudi, Kamis (22/9/22).

Baca berita: PDAM Tirta Bhagasasi Sesuaikan Tarif

Dikatakan Rudi, warga yang sudah terpasang mesin meteran PDAM sebetulnya sangat berharap air bersih mengalir ke rumahnya. Tapi, sudah lebih dari setahun air bersih belum juga mengalir ke rumah mereka. Sehingga untuk kebutuhan sehari-hari mengandalkan dari sodara atau tetangganya.

“Seharusnya air PDAM sudah mengalir ke rumah warga, karena pemasangan saluran baru ini merupakan program tahun 2021 yang anggarannya mencapai Rp1,2 milyar,” ujarnya.

Senada dikatakan Ahmad warga Kampung Cileuweng, Desa Rangkasbitung Timur bahwa, pencurian mesin meteran PDAM ini sudah dilaporkan kepada pihak PDAM.

Baca berita: Berbagai Elemen Galang Penolakan Komposisi Direktur dan Pengawas PDAM

“Iya sudah dilaporkan, karena kalau tidak dilaporkan khawatir PDAM salah paham dan menuduh warga,” tuturnya.

Terpisah, Kabag Pelayanan langganan PDAM Lebak, Ratu Tini mengaku sudah mendapatkan laporan adanya pencurian meteran mesin air PDAM yang baru di Desa Rangkasbitung Timur. Bahkan, petugas sudah turun dan mendata meteran yang di curi.

“Kita sudah menurunkan petugas untuk mendata ada berapa yang meterannya hilang dicuri,” paparnya.

Baca juga : Seleksi Calon Direktur PDAM Multatuli Belum Ada Kejelasan, Ada Apa ?

Namun kata Ratu Tini, pihaknya membantah jika petugas PDAM membongkar kembali meteran air tersebut. Karena, tidak ada perintah dari pimpinan untuk mencabut atau membongkar kembali meteran air yang sudah dipasang kecuali bagi meterannya yang rusak atau pelanggan lama yang menunggak.

“Kami tidak pernah membongkar meteran air baru yang sudah dipasang, ada juga yang hilang dan dicuri maling,” terangnya.

Lanjut Ratu Tini, program pemasangan jaringan baru ini merupakan program tahun 2021 dengan anggaran Rp 1,2 milyar dengan sasaran pemasangan baru sekitar 1500 pelanggan.

“Dari 1500, yang sudah teraliri air bersih baru separonya, hambatannya dari mesin penyedot airnya yang mengalami kerusakan dan dalam proses pergantian mesin yang baru,” ucap Ratu Tini.(Sar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.