INFODAERAH.COM, KAB.LEBAK – Polemik muncul di tubuh Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Banten menjelang berakhirnya masa kepengurusan periode 2022–2026. Proses pendaftaran calon Ketua Askab Lebak yang seharusnya menjadi ruang demokrasi sepak bola kini menuai sorotan karena dinilai minim keterbukaan.
Tokoh pemuda Kabupaten Lebak, Deden M Fatih, mengkritik kurangnya informasi publik terkait tahapan, persyaratan, hingga jadwal pendaftaran calon Ketua Askab Lebak. Kondisi itu, menurut dia, membuat pegiat sepak bola di daerah kesulitan memperoleh akses informasi yang jelas.
“Sepak bola ini milik rakyat, bukan milik segelintir elite di dalam kepengurusan saja,” kata mantan Sekretaris KNPI Banten itu.
Baca juga : Jelang Pemilihan Askab PSSI Lebak, Nama Ade Rahmat Menguat
Deden menilai Asprov PSSI Banten belum memberikan ruang informasi yang terbuka kepada publik. Ia mengaku banyak pegiat sepak bola di Lebak masih kebingungan mengenai mekanisme pendaftaran.
“Kami melihat Asprov PSSI Banten seolah-olah menutup rapat keran informasi. Sampai hari ini, publik dan para pegiat sepak bola di daerah, khususnya kami di Lebak, bingung kapan dan bagaimana mekanisme pendaftaran dilakukan,” ujar Deden kepada awak media, Kamis (21/05/2026).
Menurut dia, situasi tersebut memunculkan kecurigaan adanya pengkondisian jabatan untuk figur tertentu. Deden menegaskan jabatan Ketua Askab harus lahir melalui proses yang sehat dan terbuka agar mampu melahirkan pemimpin yang fokus pada pembinaan atlet di daerah.
“Jangan sampai nanti hanya jadi stempel formalitas. Kalau informasi pendaftaran saja disembunyikan, bagaimana calon-calon potensial dari luar lingkaran pengurus saat ini bisa ikut berkompetisi? Ini jelas kemunduran bagi iklim demokrasi olahraga di Banten,” tambahnya.
Baca juga : Bursa Askab PSSI Lebak Makin Seru, Muammar Buka Suara!
Kritik terhadap Asprov PSSI Banten juga mulai muncul dari sejumlah komunitas suporter dan klub amatir di Banten. Mereka meminta organisasi sepak bola di tingkat provinsi itu menjalankan tata kelola yang lebih profesional, terbuka, dan akuntabel.
Hingga berita ini diturunkan, salah satu pengurus Asprov PSSI Banten yang dikonfirmasi belum memberikan tanggapan. (Red)