Sebelumnya, DKM Al-Jihad sendiri sudah melakukan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Mulai dari melaksanakan vaksinasi COVID-19, memotong dan menyebarkan hewan qurban, sampai dengan pembagian sembako.
“Donor Darah dan Pemeriksaan Gratis ini adalah bagian dari fungsi pelayanan sosial kemasyarakatan Masjid Al-Jihad kepada masyarakat. Sebelumnya juga kita mengadakan vaksinasi COVID-19 yang meliputi dosis 1, 2 dan booster, juga pembagian sembako gratis ketika beberapa waktu lalu ekonomi masyarakat mandeg karena adanya wabah. Untuk kegiatan keagamaan yang berkaitan dengan sosial kemasyarakatan seperti pembagian hewan qurban atau mengumpulkan zakat infak dan membagikannya kepada masyarakat, tentunya sudah tidak perlu di sebutkan lagi. Itu (qurban, pengumpulan zakat infak dan membagikannya) pasti kita lakukan.”
Menurut lelaki yang mempunyai bisnis kuliner ini, DKM Al-Jihad sendiri pada dasarnya sedang terus belajar dan belajar dalam mengelola Masjid dengan baik, sehingga mempunyai nilai tambah dan keberadaanya di rasakan masyarakat banyak.
Rustono berharap adanya perbaikan manajemen dan pelayanan di DKM yang di pimpinnya. Karenanya dalam kesempatan ini juga Rustono sempat menyinggung kegiatan Studi Banding DKM Al-Jihad untuk melihat pengelolaan masjid di daerah lain yang sudah maju.
Baca berita:
Menko PMK Tinjau Penerapan Protokol Kesehatan di Mall Summarecon Bekasi
“Temen-temen DKM pada dasarnya masih belajar untuk memaksimalkan keberadaan masjid supaya bisa di rasakan masyarakat. Karena itu bulan depan, temen-temen DKM sambil mengajak masyarakat di seputaran kompleks Taman Kopo Katapang, akan mengadakan studi banding ke Yogyakarta. Kami ingin melihat dan belajar dari DKM Jogokaryan Yogyakarta dan Ponpes Daarush Shalihin dalam mengelola Masjid Jogokaryan dan Masjid Daarush Shalihin.” (RED)