Untuk mewujudkan hal tersebut, Didi berharap dapat memanfaatkan komunitas yang ada dalam pengembangan destinasi.
“Seperti kita buat taman mangrov, dan lisensi laut yang telah di lakukan, kita akan buat di Pandeglang”, pungkasnya.
“Pemerintah tinggal siapkan regulasi, mereka yang datang butuh kemudahan regulasi sehingga bisa lama tinggal 10-14 hari”, tandasnya.
Sementara Wakil Bupati Pandeglang Tanto Warsono Arban mengatakan pengembangan wisata Pandeglang masuk ke Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Namun kata Tanto, saat ini belum tergali sepenuhnya.
Baca berita:
Bupati Irna Apresiasi Anggota DPR-RI Atas Keperdulian Terhadap TKW Asal Pandeglang
“Dengan dukungan Nat Geo, kami yakin wisata Pandeglang bisa berkembang, bukan hanya wisatawan lokal tapi juga domestik yang datang ke Pandeglang”, terangnya.
Di jelaskan Tanto, kunjungan wisata tahun 2022 memang ada peningkatan sehingga bisa melaupaui target.
Kendati demikian, kunjungan wisata domestik hanya 0,1%.
“Target kami tahun 2022 kurang lebih 2 juta wisatawan, tercapai 2,1juta wisatawan yang paling banyak wisatawan lokal”, tutupnya.