oleh

Menyikapi Survei Jelang Pilkada Kota Bekasi 2024 Masyarakat Harus Kritis dan Cerdas

Didit mencontohkan dalam dua lembaga survei yang sudah dirilis terjadi perbedaan hasil yang mencolok untuk figur top of mind. Dalam survei pertama bulan lalu elektabilitas petahana satu-satunya Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto mendapatkan elektabilitas 26 persen. Kemudian baru-baru ini hasil survei Centre for Indonesia Strategic Action (CISA) elektabilitas Tri Adhianto sebesar 33,74 persen jika Pilkada digelar hari ini.

” Data ini menunjukan selisih yang cukup mencolok dalam rentan hanya beberapa Minggu dua lembaga survei yang berbeda,” jelasnya.

Kemudian terkait hasil survei CISA untuk kepuasan publik terhadap kinerja Pemkot Bekasi yang notabene dipimpin Walikota Bekasi Rahmat Effendi dan wakilnya Tri Adhianto didapat 51, 44 persen masyarakat Kota Bekasi tidak puas dan 48,56 persen menyatakan puas hasil kinerja mereka berdua.

Hal itu berbanding terbalik dengan hasil elektabilitas yang diperoleh Tri Adhianto sebesar 33, 74 persen sementara tingkat kepuasan publik terhadap walikota- wakil walikota hanya 48,56 persen.

” Hasil variabel data tersebut sah-sah saja dan wajar. Secara teoritis tingkat kepuasan publik akan mempengaruhi elektabilitas Wakil walikota Tri Adhianto sebagai petahana satu-satunya atau seperti efek ekor jas dalam politik,” pungkasnya. (Sar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed