Data BPS dan Kementan menunjukkan ada surplus beras nasional namun Bulog masih impor beras tentu saja ini tamparan bagi pemerintah yang mengklaim terjadinya kecukupan beras nasional dan tidak pernah impor beras lagi seperti yang berulang kali di sampaikan presiden jokowi sendiri.
Ia juga menyatakan bahwa kurang cairnya komunikasi antar lembaga, khususnya terkait data merupakan salah satu alasan teknis yang kerap terjadi dalam pengambilan keputusan.
Selain itu penyerapan bulog yang cukup rendah pada masa panen raya.
Baca berita:
PMK Terus Meluas, DPR Nilai Kementerian Pertanian Terlalu Santai Hadapi Wabah
Di sisi yang lain, data kementan juga masih harus di verifikasi di lapangan karena ada simpangan perbedaan data yang cukup besar selama proses verifikasi yang di lakukan bulog.
Misalnya data kementan menunjukkan ada data 65.000 ton di penggilingan, namun setelah di verifikasi hanya terdapat sekitar 500 ton. (Red)