Tindak Lanjut Keracunan MBG, Pemerintah Tutup Sementara SPPG Bermasalah

Info Daerah - Minggu, 28 September 2025 - 20:54 WIB
Tindak Lanjut Keracunan MBG, Pemerintah Tutup Sementara SPPG Bermasalah
 (Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan)
Penulis
|
Editor

INFODAERAH COM, JAKARTA – Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan menyatakan pemerintah akan menutup sejumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang diduga menyebabkan keracunan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keputusan ini, kata dia,  hasil kesepakatan rapat koordinasi bersama kementerian dan lembaga sebagai langkah cepat meningkatkan kualitas MBG.

“SPPG yang bermasalah ditutup untuk sementara dilakukan evaluasi dan investigasi,”ucap Zulkifli Hasan dalam konferensi pers Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) pada Program Prioritas Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Minggu,(28/9/2025).

Baca juga: Kritik Keras Ahli Gizi Untuk MBG: Menunya Burger dan Spageti

Zulhas sapaan akrab Zulkifli Hasan menyatakan pemerintah akan melakukan evaluasi tata kelola MBG, salah satu evaluasi yang utama adalah mengenai soal kedisiplinan, kualitas, dan kemampuan juru masak.

“Evaluasi tidak hanya di tempat yang terjadi, tetapi di seluruh SPPG,” kata Zulhas.

Baca juga : Kasus Keracunan, DPR Minta Evaluasi Total Program MBG

Lebih lanjut, Zulhas menyampaikan setiap SPPG juga wajib melakukan sterilisasi terhadap seluruh alat makan dan memperbaiki sanitasi, khususnya air, termasuk penanganan limbah.

Kemudian, Zulhas juga mengimbau agar seluruh kementerian/lembaga terkait agar proaktif dalam proses perbaikan.

Menko Pangan mengatakan, pemerintah kini akan mewajibkan setiap SPPG memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

“Pascakejadian (keracunan makanan), harus atau wajib hukumnya, setiap SPPG punya SLHS dan akan di cek” ujar dia.

Dia juga meminta Menteri Kesehatan agar mengoptimalkan puskesmas di seluruh Indonesia dan unit kesehatan sekolah (UKS) agar ikut secara aktif dan memantau SPPG secara rutin.

“Semua langkah diambil terbuka agar masyarakat yakin makanan yang disajikan aman, bergizi bagi seluruh anak indonesia ” kata Zulhas. (Red)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X